Ternyata memang hebat tenis meja di Indonesia. Saat ini, kejuaraanya bisa sampai dengan divisi V.
Adakah yang tahu pertandingan divisi V itu sampai kelas apa ? baru belajar mainkah ? atau seperti apa ? adakah divisi VI atau VII ?
Nah, inilah yang menjadi aneh, diantara maraknya pertandingan yang ada, bahkan ditentukan sampai divisi V, namun batasannya sendiri tidak jelas, atau jika sudah jelas, ada saja yang dilanggar sendiri oleh panitia yang mengadakan pertandingan. Misal, jangan ada pemain yang pernah mengikuti PORDA, ternyata kenyataannya diperbolehkan, atau yang lebih ekstrim, yang pemainPORDA itu boleh main tapi pemain PORDA yang ini gak boleh main.
Jika ditilik lebih jauh, ada kelebihan serta kekurangan jika mengadakan pertandingan menggunakan sistem divisi. Kelebihannya, memberikan kesempatan kepada pemain bertanding sesuai dengan kemampuan serta menghadapi pemain yang seimbang serta sekelas, sehingga dapat memotivasi para pemain yang mengikuti kejuarannya, Jika memang diterapkan dengan baik peraturannya. Kekurangannya adalah menghilangkan kesempatan bagi para pemain yang sudah baik mengikuti pertadingan tersebut, kemudian juga jika aturannya tidak tegas, dapat menjadi rancu siapa yang mengikuti pertandingan tersebut.
Memang sebenarnya sah sah saja, siapapun atau organisasi apapun mengadakan pertandingan menentukan sendiri aturan pertandingannya. Namum alangkah baiknya jika suatu pertandingan mengacu kepada suatu aturan yang telah ditetapkan, misal untuk divisi I, siapa saja, untuk divisi II siapa saja ada seterusnya. Namun ternyata aturan itu tidak ada sampai sekarang ?. Atau memang sebenarnya diperbolehkan atau tidak mengadakan pertandingan seperti ini ?
Nah, siapa yang bisa jawab?